Minggu, 24 April 2011

Sabtu Berdarah

Gak sadar ternyata udah lama banget aq gak pernah update lagi blog ini, dah satu bulan law gak salah,mungkin gara2 aq terlalu fokus dengan blog aq yang lain kaya'nx. But koq sekali posting judulnx serem amat ya? Tenang aja, ini bukan kisah pembunuhan or yang lainnx, sama seperti sebelumnx, it's just my story,not any one.

Seperti biasanx,sabtu adalah hari akhir pekan yang pertama dan aq juga memulai aktivitas seperti biasanx, bangun tidur-cuci muka-sarapan-nonton, gak ada yang spesial kecuali ada rencana pengen jalan siang harinx. But apa mau dikata, semua rencana tinggallah rencana, gara2 tragedi di sabtu pagi.

Semuanya berawal pada saat aq pengen mandi,maklum badan udah bau banget waktu itu. Aq gak tw mimpi apa aq semalam n dah berbuat dosa apa aq kemarin, gak tw kenapa pada saat melangkah melewati pintu kamar mandi, aq terpeleset. Dan sialnya lagi, saat terjatuh kaki q terkena pecahan ubin bak mandi, ampun dech,sakit banget. awalnx aq gak sadar kalau aq udah terluka, jadi tetap aja aq terusin mandinx. Aq baru sadar saat melirik ke bawah, kaya ada yang janggal dengan lantainx, kaya' ada sesuatu yang pekat yang mengalir. Setelah q lihat kaki q, ternyata dari sanalah asal cairan pekat itu, dari luka robek sepanjang 2cm di bawah jari kelingking kanan. But hebatnx masih aja aq nerusin mandi, udah kepalang tanggung sech, hehe.

Singkat cerita,selesai mandi langsung aja q panggil teman satu kost (kebetulan ada 1orang yang dah bangun dari 3 orang isi kost) tuk ngambilin perban n obat lainnx di kamar yang kebetulan sedang ada persediaannx. Dan alhasil akhirnx diri q sukses mengawali sabtu pagi dengan sirup merah yang mengalir dari kaki.

Minggu, 06 Februari 2011

Yang tak terlupakan

Malam memang telah larut, namun hingga saat ini masih aja aq belum bisa tidur, penyakit lama yang belum juga bisa hilang. Daripada suntuk gak karuan, akhirnya q nyalakan laptop n mulai browsing kesana-kemari gak tau tujuan. Hingga akhirnya aq tiba di halaman website SMA aq dulu, sebuah web yang sudah lama banget gak aq singgahi. Setelah asik baca sana-sini, aq sadar sudah banyak banget perubahan yang dialami sekolah q ini, mulai dari dewan guru hingga prestasi sekolah yang terus berubah dan tentunya jauh lebih baik dari saat aq sekolah dulu (hampir 6 tahun lalu).
Aq jadi teringat kembali masa-masa SMA dulu,dengan kenakalan masa remaja q,entah itu di kejar-kejar pak kepsek gara-gara nongkrong di kantin saat belajar, hingga saat tawuran pelajar( yang 2 ini jangan ditiru!!!). Tapi selain nakal, aq dulu juga pernah membanggakan sekolah koq. Lewat exkul pramuka kami pernah berkali-kali memenangkan berbagai perlombaan keterampilan kepramukaan di Provinsi Bengkulu (bukan bermaksud sombong ya..). Mengingat hal ini rasanya pengen banget dech mengunjungi sekolah q ini lagi saat liburan nanti.
Oh iy, bagi teman-teman yang pengen tau bagaimana keadaan or info tentang sekolah q ini bisa dengan mengunjungi alamat ini http://sman2bengkulu.sch.id. Dan untuk teman-teman alumni smanda, kalian bisa kembali menjalin silaturahmi dengan alumni smanda lainnya di http://smanda.friendhood.net

Senin, 31 Januari 2011

Saat etika tak lagi ada

Kita sebagai bangsa Indonesia telah terkenal di mata dunia sebagai bangsa yang berbudaya dan memiliki budi pekerti yang luhur, serta menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sehari-hari. Namun apa jadinya negeri ini jika generasi penerus bangsa berperilaku seperti ini???
atau yang satu ini

Jujur saja, aq sangat miris jika melihat kedua gambar tersebut, apalagi gambar-gambar ini telah tersebar luas di dunia maya. Lalu siapakah yang harus disalahkan??? Disinilah letak kesalahan kita, kita selalu memulainya dengan mencari siapa yang harus disalahkan. Seharusnya kita berpikir bagaimana cara agar hal-hal tersebut tidak berpengaruh buruk kepada anak-anak lainnya.
 Perilaku seorang anak sangatlah dipengaruhi oleh lingkungan tempat dia tumbuh dan berkembang. Untuk itu peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Setiap orang tua wajib mengawasi dan membimbing anaknya supaya tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik akibat pengaruh lingkungan. Selain itu perlu juga peran serta pemerintah (dalam hal ini dinas pendidikan) untuk membentuk kurikulum yang selalu memberikan pelajaran etika kepada anak-anak selama dibangku sekolah, dari tingkatan TK-SMA bahkan perguruan tinggi.
Hal ini hanyalah pendapat diriku pribadi jika melihat kedua gambar di atas, dan tidak ada maksud untuk bersikap menggurui ataupun bertindak sok bijaksana, sebab kita semua punya pendapat masing-masing jika melihat hal tersebut.